Haruskah gemuruh rindu yang ku simpan pada getar dawai hati, jingga senja dan bening embun pagi berhenti sebab
titik yang kau namakan letih ?
Walau kautau ku kerap terkulai lelah
kala gigil mendera bersama rintih rindu yang luruh satu persatu merupa rinai
yang membasahi belantara tak berujung.
Pada akhirnya, hasrat itu ku
titipkan pada bentang cakrawala seraya berucap lirih: “Jejak itu akan ada
disana, dalam keindahan dan kepahitan, dalam kehilangan dan keberadaan,dalam
rindu yang menjelma menjadi remah-remah berpendar terang yang jatuh sepanjang
perjalanan”

No comments:
Post a Comment