Sunday, February 9, 2014


Tolong pergi
Ketika kelebat bayangmu hadir pada senyap, kembali kurasa udara terluka
Ketika nyata itu tertatap, kembali jejak purba remah terbaca
Ketika nyanyian pilu menuntun pada ratap, kembali  langit runtuh menerpa

Taukah kau aku telah teguk kepedihan itu dimana masa tak kuasa mengakhiri
Taukah kau aku telah letih menjadi serpihan dimana aksara tak mampu melerai
Taukah kau aku ingin kau mengabu lesap  dimana bayangmu tak lagi mampu memburamkan hari
Taukah kau aku ingin kau biarkan ku disini karam bersama sunyi, airmata dan mimpi

: tolong pergi 

No comments:

Post a Comment